Bupati Ikut Hadir Tebu Kayan Jadi Destinasi Sport Tourism Ramah Anak di Bulungan

Setelah melalui berbagai persiapan, akhirnya Tempat Berkumpul Kabupaten Sehat dan Layak Anak (Tebu Kayan) mulai diuji cobakan sebagai bentuk pengenalan kepada masyarakat Bulungan, Minggu (31/7/2022).

Masyarakat berbagai kalangan dan usia memadati Jalan Katamso, Mulai dari titik Tugu Cinta Damai hingga di Landmark Tanjung Selor. Dengan panjang total jalan yang di bebaskan dari kendaraan kurang lebih 1,8 kilometer. Dimana sepanjang jalan tersebut digunakan untuk berolahraga dan juga pusat UMKM.

Bupati Bulungan Syarwani menyebutkan Tebu Kayan tersebut akan dilaksanakan setiap hari Minggu dengan konsep yang terus berbeda-beda untuk menghindari kejenuhan masyarakat yang turut berpartisipasi.

“Tentunya nanti akan diatur oleh instansi teknis. Ini kita baru ujicoba, secara resmi akan kita luncurkan pada hari Minggu pekan depan atau 7 Agustus 2022 bertepatan dengan puncak peringatan HAN,” sebutnya.

Lebih jauh dikatakan bupati dalam kegiatan Tebu Kayan ini, 3 pokok kegiatan utama yang dilaksanakan yaitu Car Free Day (CFD), Olahraga dan UMKM. Dimana ruang publik yang digunakan untuk kegiatan tersebut dibuka untuk umum serta bebas dari kendaraan bermotor.

“Selain untuk olahraga, Tebu Kayan juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM dalam upaya meningkatkan ekonominya,” ujar bupati.

Selain kegiatan utama yang ada tersebut, bupati juga mengajak berbagai pihak untuk berpartisipasi, utamanya komunitas-komunitas anak muda untuk menyalurkan kreatifitas, sehingga Tebu Kayan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai wadah yang positif.

“Ini akan digelar rutin, jika sesuai rencananya bukan tidak mungkin areanya diperluas atau bahkan digeser. Kita lihat perkembangannya saja,” sebutnya.

Melalui Tebu Kayan kata bupati dengan konsep Sport Tourism atau wisata olahraga, selain sebagai wadah silatuhrahmi antar masyarakat, juga untuk menarik minat masyarakat luar Bulungan dalam menikmati akhir pekannya.

“Dengan begitu, diyakini aktivitas ekonomi khususnya UMKM juga bisa terus berkembang, dengan begitu kegiatan ekonomi juga menggeliat. Di sisi lain, Tebu Kayan juga menjadi wadah untuk mengampanyekan pencegahan kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.