DKIP Dorong Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS)

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Bulungan, Hj. Andriana, SH., M.A.P, menekankan pentingnya percepatan pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber Kabupaten Bulungan (TTIS-Bulungan) sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem keamanan informasi di daerah. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pembentukan TTIS yang dilaksanakan di Ruang Rapat DKIP 13 Juni 2025.

Dalam sambutannya, Hj. Andriana, SH., M.A.P menyampaikan bahwa ancaman siber saat ini semakin kompleks dan tidak memandang wilayah. Oleh karena itu, kesiapan pemerintah daerah melalui pembentukan TTIS menjadi kunci dalam mitigasi insiden siber. “Kita tidak boleh menunggu terjadi insiden. Pembentukan TTIS adalah bentuk kesiapsiagaan dan komitmen kita dalam melindungi data dan layanan publik dari potensi gangguan siber,” ujar Hj. Andriana, SH., M.A.P.

Pada tahun 2024, DKIP Kabupaten Bulungan mencatat peningkatan aktivitas anomali akses data dan percobaan serangan siber terhadap infrastruktur digital pemerintah daerah. “Ini menjadi alarm bagi kita semua. Maka pembentukan TTIS harus segera ditindaklanjuti “ tegasnya.

Dalam Rapat koordinasi ini juga Kepala Dinas menyampaikan Kembali arahan dari  Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia,  yang disampaikan oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si., yang menjelaskan urgensi dan peran TTIS dalam mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang andal dan aman.

Menurutnya, pembentukan TTIS bukan hanya formalitas, melainkan strategi nyata yang mempercepat penanganan insiden dan meningkatkan kesadaran serta kapasitas sumber daya manusia di daerah. “Kami mendorong seluruh kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Bulungan, agar memiliki TTIS yang aktif dan terintegrasi dengan pusat. Ini penting agar respon terhadap insiden siber bisa lebih cepat, terukur, dan sistematis,” jelasnya.

Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BSSN, dan pemangku kepentingan lain dalam penguatan keamanan siber nasional, terutama di wilayah perbatasan seperti Bulungan. “Kolaborasi dan komunikasi berkelanjutan antar-TTIS di berbagai daerah akan memperkuat sistem pertahanan informasi nasional kita,” pungkas narasumber BSSN.

Rapat ini menjadi langkah awal Kabupaten Bulungan dalam mewujudkan struktur TTIS yang solid, adaptif, dan responsif terhadap dinamika ancaman siber yang terus berkembang.[Hs]

Scroll to Top