Komidigi Fokuskan Akselerasi Transformasi Digital

Pada awal tahun 2024, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 79.5% atau 221,6 juta penduduk. Sedangkan, penggunaan jumlah mobile connection terjadi peningkatan sebesar 3.6% sejak pandemi Covid-19. 

Saat ini, penetrasi fiber optic mencapai 60.84% dari seluruh kecamatan. Jaringan fiber optic menjangkau sekitar 4.398 Kecamatan dari total 7.281 kecamatan di Indonesia. Total pembangunan jaringan fiber optic hingga saat ini adalah 460.000 Km.

Di beberapa provinsi di Indonesia, kecepatan unduh mobile broadband telah lebih dari 25 Mbps.  Saat ini, memasuki era 5G, sudah terdapat penetrasi jaringan 5G di 48 kota.

Penetrasi jaringan broadband meningkatkan penggunaan data dan traffic internet. Selanjutnya  menyebabkan kebutuhan untuk data center, server dan layanan cloud terus meningkat. 

Pencapaian Infrastruktur Digital

Pemerintah terus berupaya meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kepada masyarakat secara efektif. Dengan menginisiasi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai landasan konseptual dalam mengelola pemerintahan digital di Indonesia.

Meskipun masih ada tantangan dalam mencapai keterjangkauan merata, pemerintah fokus pada percepatan pembangunan pusat data nasional dan peningkatan kompetensi sumberdaya manusia untuk memastikan layanan digital yang andal di seluruh pelosok negeri. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengangkat peringkat Indonesia dalam indeks global e-government dan mempercepat transformasi digital yang inklusif.

Integrasi aplikasi pemerintah juga mulai menunjukkan hasil positif, dengan upaya konsolidasi 24 ribu aplikasi yang tersebar di berbagai lembaga. Pemerintah aktif mendorong penerapan standar interoperabilitas, memperkuat efisiensi tata kelola dan mencegah duplikasi data. Dengan terobosan ini, proses administrasi pemerintahan diharapkan akan semakin cepat, efisien, dan transparan, memberikan layanan publik yang lebih baik.

Di bidang keamanan siber, Indonesia terus memperkuat regulasi dan implementasi UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) untuk melindungi masyarakat dari ancaman kebocoran data. Pemerintah berkomitmen mempercepat pembahasan regulasi keamanan siber yang lebih komprehensif dan memastikan sistem perlindungan yang lebih kuat, menciptakan fondasi yang kokoh untuk kepercayaan publik terhadap transformasi digital di Indonesia.

Pencapaian Pemerintahan Digital

Nilai ekonomi digital Indonesia terus mengalami pertumbuhan.  Pada tahun 2021, nilai ekonomi digital Indonesia diestimasi berkontribusi sebesar Rp1,490 Triliun dimana kontribusi industri digital mencapai 6.12% terhadap PDB.

Pada tahun 2022, jumlah startup di Indonesia mencapai 2.341 startup–kedua tertinggi di Asia setelah India. Lebih lanjut, Jakarta menempati peringkat 12 dari 100 kota di dunia dalam Top 100 Emerging Ecosystems. Nilai ecosystem value Jakarta mencapai USD71 Miliar, melampaui nilai rata-rata global sebesar USD34.6 Miliar.

Pesatnya pertumbuhan ekosistem startup di Indonesia juga didukung oleh kehadiran 120 inkubator dan akselerator startup, serta 200 institusi keuangan yang mendukung finansial startup. 

Adopsi teknologi digital pada sektor manufaktur, pertanian, logistik, dan keuangan memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah juga mendorong adopsi teknologi untuk sektor UMKM agar memiliki produktivitas lebih tinggi.

Pencapaian Ekonomi Digital

Di tahun 2045 proyeksi penduduk dengan kelompok umur 15-64 tahun akan mencapai 214,2 juta dari total populasi sebanyak 329,1 juta. Artinya, pada tahun 2045 penduduk usia produktif menyumbang 65% dari total populasi penduduk Indonesia.

Pertumbuhan penduduk usia produktif di Indonesia menghadirkan peluang besar untuk meningkatkan daya saing ekonomi. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi kunci untuk mewujudkan potensi tersebut. Dengan membekali generasi produktif dengan keterampilan digital yang relevan, Indonesia dapat memperkuat posisi di tengah persaingan global.

Pemerintah dan ekosistem digital berkolaborasi untuk meningkatkan literasi digital melalui kampanye edukasi yang masif dan inklusif. Dengan pendekatan ini, bonus demografi dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memperkuat daya saing bangsa.

Pencapaian Masyarakat Digital

Sumber : komdigi.go.id

Scroll to Top